Rupiah Merosot Menjelang Dengar Pendapat Tentang Monetisasi Utang Indonesia

Rupiah Indonesia merosot paling dalam dalam dua bulan menjelang sidang parlemen tentang rencana monetisasi utang negara, mendorong intervensi oleh bank sentral.

Mata uang turun sebanyak 1,5%, penurunan terbesar sejak 4 Mei. Bahkan setelah intervensi, itu 1,3% lebih rendah pada 14.570 per dolar pada 02:05 p.m. di Jakarta

“Investor sedikit ketakutan oleh kekhawatiran monetisasi utang, semakin meningkat karena angkanya cukup besar dan akan menyusahkan untuk bersantai nanti,” kata Yanxi Tan, ahli strategi valuta asing di Malayan Banking Bhd.

Komisi keuangan Parlemen dalam sidang pada hari Senin akan memeriksa dengan cermat perjanjian Bank Indonesia untuk mendanai $ 40 miliar dari respon fiskal pemerintah untuk melawan virus korona.

Febrio Kacaribu, kepala kantor fiskal kementerian keuangan, mengatakan Jumat bahwa kedua belah pihak berhati-hati untuk membuat rencana yang akan “sangat bijaksana” dan menjaga independensi moneter, integritas dan stabilitas fiskal. Namun, beberapa investor khawatir bahwa hal itu telah memicu risiko penurunan peringkat negara Indonesia.

Indonesia Risiko Kerugian oleh Deeper Dive Ke Monetisasi Utang. “Pasar khawatir bahwa akan ada peningkatan likuiditas yang signifikan karena Bank Indonesia meningkatkan kepemilikan obligasi pemerintah untuk mendukung otoritas fiskal,” kata Chang Wei Liang, ahli strategi makro di DBS Bank Ltd. di Singapura.

money-3431772_960_720
error: Content is protected !!