Hal Dasar yang Harus Diketahui Trader Forex

A. Pengertian Hukum Permintaan (Demand) dan Penawaran (Supply)

Hukum penawaran dan permintaan adalah teori yang menjelaskan interaksi antara penjual sumber daya dan pembeli untuk sumber daya itu. Teori ini mendefinisikan apa pengaruh hubungan antara ketersediaan produk tertentu dan keinginan (atau permintaan) untuk produk tersebut terhadap harganya.

Hukum penawaran dan permintaan, salah satu hukum ekonomi paling mendasar, mengikat hampir semua prinsip ekonomi dalam beberapa cara. Dalam praktiknya, penawaran dan permintaan saling berlawanan hingga pasar menemukan harga keseimbangan. Namun, banyak faktor dapat mempengaruhi penawaran dan permintaan, menyebabkan mereka meningkat atau menurun dengan berbagai cara

Empat hukum dasar penawaran (Supply) dan permintaan (Demand) adalah:

    1. Jika permintaan meningkat dan penawaran tetap tidak berubah, maka itu mengarah pada harga keseimbangan yang lebih tinggi dan kuantitas yang lebih tinggi.
    2. Jika permintaan menurun dan penawaran tetap tidak berubah, maka itu mengarah pada harga keseimbangan yang lebih rendah dan kuantitas yang lebih rendah.
    3. Jika pasokan meningkat dan permintaan tetap tidak berubah, maka itu mengarah pada harga keseimbangan yang lebih rendah dan kuantitas yang lebih tinggi.
    4. Jika pasokan menurun dan permintaan tetap tidak berubah, maka itu mengarah pada harga keseimbangan yang lebih tinggi dan kuantitas yang lebih rendah

B. Membaca Psikologi Pasar dari Bentuk-bentuk Candle Stick

1. Perang pada bullish serta bearish
Waktu harga menguasai pasar, candle dapat bergerak ke arah yang sama. Semisal pembeli menguasai pasar maka candle dapat bergerak bullish. Sepanjang tidak ada pertarungan dari penjual maka bentuk candle dapat mengikuti dari candle disebelumnya.
Sesudah lebih dari satu trader merasa bahwasanya pasar telah terlampau tinggi atau overbought, maka penjual dapat melawan. Peristiwa ini dimaksud dengan perbuatan profit taking.
Pertarungan antara pembeli dan penjual yang ditunjukkan dari ekor candlestick. Seandainya perang dengan tekanan semakin besar dari dominasi yang terjadi dapat berpotensi membuat pemenang menguasai pasar serta keadaan ini dapat mengubah arah trend atau trend reversal. Dengan kata lain, kita sanggup mengidentifikasi bahwasanya candlestick selanjutnya dapat beralih arah.

 

 

2. Candlestick bergerak cepat

Seandainya body candlestick semakin besar dari body candlestick sebelumnya maka hal tersebut perlihatkan antusiasme pasar. Jadi misalnya pada saat banyak trader Forex buka posisi, kekuatan ini yang di cari dalam pasar dengan arah trend yang kuat. Bahkan juga misalnya ada perlawanan, dalam keadaan ini kita sanggup memperkirakan candlestick selanjutnya dapat semakin besar dengan arah trend yang sama dari candlestick dengan trend sebelumnya.
 
3. Candlestick bergerak lambat
Perlambatan candlestick merupakan kebalikan dari antusiasme, ada kesangsian dari banyak trader untuk buka posisi perdagangan dapat membuat pasar sedikit bergerak lambat. Ragu-ragu ini keluar lantaran banyak trader memikirkan bahwasanya trend pasar telah terlampau tinggi, terlampau rendah, oversold, overbought atau mungkin tertahan di support serta resistance. Seandainya tidak ada trader yang buka posisi perdagangan, dapat membuat pasar bergerak lambat lantaran tidak mempunyai kekuatan.
Dalam keadaan seperti ini kita mesti siap untuk membuka posisi perdagangan dalam arah yang berlawanan, lantaran pasar dapat mengambil alih dari pembeli atau penjual.
 

 

 
4. Candlestick berbalik arah
Dalam keadaan overbought atau mungkin oversold terdapat beberapa trader yang berusaha untuk mengakhiri trend serta mereka mau merubah arah trend. Tetapi usaha ini diawali dengan tes market. Mereka dapat men-tes market untuk benar-benar sanggup merubah arah trend atau tidak. Usaha ini ditandai dengan candlestick panjang ke arah trend berlawanan.
 

Kondisi ini berjalan sebelum saat trend di pasar atas, candlestick seperti akan membangun suatu candle dalam arah trend berlawanan akan tetapi pada akhir periode harga pasar akan menarik kembali serta dekat ke arah trend pasar.

Usaha ini memberikan indikasi bahwasanya pasar dapat berbalik arah. Dalam keadaan ini kita bersiap diri untuk membuka posisi perdagangan dalam arah yang berlawanan.
 

 

 

 

5. Candlestick berdivergensi

Perlambatan serta pembalikan harga dapat terlihat ketika kebanyakan trader ingin harga berbalik arah di pasar. Namun beberapa trader masih mau tinggal serta ada dalam trend sebelumnya.

Divergensi candlestick berjalan sewaktu ada trader yang ingin mendapatkan harga yang baik, ketika mereka sudah mengetahui bahwasanya pasar akan berbalik arah. Dalam keadaan ini kita dapat melihat dengan alat bantu indikator teknikal. Secara umum, indikator teknikal dapat menunjukkan potensi divergensi sehingga anda dapat membuka posisi baru dalam arah yang berlawanan dari trend pasar.

 
 
C. Alat Bantu/Indikator Dalam Trading
 

1.Moving Average
2. MACD
3. Stochastic Oscillator
4. Bollinger Band
5. Average True Range (ATR)
6. Relative Strength Index (RSI)
7. Volumes
8. ADX – Average Directional Movement Index

 

D. Pola Chart

Ada tiga jenis pola chart yang digunakan atau terdapat dalam Mt4 / Platform trading yaitu :
1. Chart Bar
2. Candlestick
3. Chart Garis.

Diantara ke tiga pola chart, yang saya perhatikan banyak di gunakan adalak jenis Candlestick. Pola candle ada ribuan bentuknya. Namun ternyata ada pola yang sering muncul dan sekaligus paling menguntungkan atau efek noise signalnya kecil.
Candlestick merupakan metode charting kuno dari Jepang yang telah terbukti akurasinya hingga berabad-abad sampai sekarang. Meskipun telah digunakan begitu lama, namun kepopulerannya telah menjadi bagian dari analisa teknikal populer yang digunakan oleh berbagai kalangan trader.

 

E. Money Management

1. Position Sizing

Komponen ini merupakan cara menghitung besarnya lot yang akan anda gunakan pada setiap transaksi. Perhitungannya didasarkan pada risk per trade serta stop loss yang anda tetapkan.

Misalnya:
Anggap saja risk per trade yang anda tetapkan adalah 5%, sehingga nilai per sesi trading adalah $100. Kemudian, anda melakukan transaksi buy untuk pair EUR/USD dengan harga beli 1.23300. Kemudian, stop loss anda tetapkan di harga 1.22800 (500 pip). Karena menggunakan MT4 dengan presisi harga 5 digit, maka stop loss tersebut sebenarnya adalah 50 pip dalam presisi 4 digit.

Maka besarnya lot yang anda gunakan adalah $100/50 = $2 per pip ($50 pertama untuk nilai trading per sesi dan $50 kedua untuk stop loss.

2. Risk-Reward Ratio

Rasio ini membandingkan antara jumlah risk (resiko) per sesi trading dengan kemungkinan jumlah profit (keuntungan yang didapatkan). Risk-Reward Ratio akan menjadi bahan pertimbangan apakah anda akan melanjutkan sesi trading atau tidak.

Misalnya:
Pada contoh kasus Risk per Trade di atas, anda menggunakan angka $50 dan stop loss juga $50. Anggap saja pengalaman trading anda menunjukkan kalau setiap sesi pofit, anda mendapatkan keuntungan 150 pips (kuotasi 5 desimal). Artinya, setiap kali anda mendapatkan profit, maka nilainya 3 kali lipat dari Risk per Trade.
Berart, Risk-Reward Ratio anda adalah 1:3

3. Risk Per Trade

Seperti namanya, risk per trade adalah persentase resiko yang dapat anda tanggung untuk setiap kali transaksi. Persentase tersebut dihitung dari semua modal yang anda miliki, dan tidak ada ketentuan baku berapa persen resiko ideal.

Misalnya:
Modal keseluruhan yang anda miliki adalah $1000, dan anda hanya mampu mentolerir resiko sebesar 5% per sesi trading, maka nilai yang dapat anda perdagangkan setiap trading adalah $50. Kalaupun anda loss, masih ada cadangan modal untuk sesi trading berikutnya.

4. Profit-Loss Trading

Komponen ini menggambarkan akurasi sistem trading yang anda gunakan. Manfaatnya adalah untuk menentukan perbandingan sesi profit dan sesi loss anda saat trading. Misalnya, Dalam 10 kali trading, ada loss 6 kali, dan profit 4 kali. Artinya, profit-loss trading anda adalah 40%.

Apa kegunaannya? Jika pada contoh kasus ini, resiko loss lebih tinggi dari pada peluang profit, maka daya tahan anda di arena trading akan ditentukan oleh Risk-Reward Ratio, seperti dijelaskan berikut.

5. Money Management Harus Bisa Mengendalikan Emosi Kita

Faktor paling penting lainnya dalam trading adalah keterlibatan emosi. Kedua hal tersebut bisa sangat mempengaruhi jika tidak dipahami dengan benar, akan membawa efek negatif dalam trading. Money Management yang buruk bisa menghancurkan trading kita, demikian pula emosi yang tidak terkendali.

Misalnya, jika kita kurang memahami Money Management sehingga selalu loss pada setiap posisi trading kita, maka bukan tidak mungkin sulit bagi kita untuk tidak melibatkan emosi saat trading. Sebaliknya, semakin baik kita bisa menerapkan Money Management dalam trading, akan semakin terkendali emosi kita dalam menyikapi hasil trading. Kita bisa dikatakan sukses belajar Money Management bila bisa mengelola dana dalam account trading dengan efektif dan tidak emosional.

6. Money Management Akan Berjalan Baik Hanya Jika Kita Menguasai Strategi Trading

Kita harus menguasai strategi trading yang digunakan sehingga selalu ragu ketika hendak membuka posisi, maka sebaik apapun kita belajar Money Management dan berupaya memahaminya, hasilnya tidak akan maksimal. Strategi trading dan Money Management adalah komponen utama dalam rencana trading yang harus dijalankan secara bersamaan.

Money Management akan berjalan baik hanya jika kita telah menguasai dan yakin pada strategi trading yang kita gunakan, sehingga nantinya bisa menghasilkan profit yang konsisten dalam jangka panjang.

 

error: Content is protected !!