Perencanaan Dana Pesiun

1. Mengikuti program dana pensiun dari kantor tempat bekerja. Program Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) umum ditawarkan oleh perusahaan dana pensiun yang kepesertaannya diperoleh karena menjadi karyawan di sebuah perusahaan. Perusahaan dan karyawan akan bersama-sama membayar iuran DPLK setiap bulannya, kisaran alokasi 5% – 10% dari penghasilan bulanan dasar, selama masih bekerja di perusahaan tersebut. Manfaat pensiun umumnya akan dicairkan saat peserta berusia 55 tahun. Saat ini, sudah ada beberapa program DPLK yang dapat diikuti juga oleh pekerja lepas, yang artinya kepesertaan adalah sukarela. Saat manfaat pensiun dari program DPLK diterima, maka ada dua opsi untuk mengelola dana pensiun tersebut. Opsi mengambil seluruh bagian dari saldo dana pensiun bisa jadi menguntungkan apabila Anda memiliki komitmen untuk mengolah investasi dengan baik. Namun, risiko terbesar adalah dana habis dalam waktu dibawah 3 tahun. Opsi lain adalah membeli program anuitas, yang nantinya akan memberikan penghasilan pensiun secara berkala hingga waktu yang sudah ditentukan.

2. Berinvestasi untuk dana pensiun. Pengumpulan aset-aset investasi dapat dilakukan secara mandiri untuk digunakan saat masa pensiun kelak. Contoh yang paling umum dilakukan adalah pembelian aset investasi seperti tanah dan bentuk properti lain. Di masa pensiun, aset properti umumnya disewakan agar ada penghasilan bulanan untuk rumah tangga. Selain properti, berinvestasi di produk seperti reksa dana saham juga merupakan pilihan yang menarik. Selama tahun 2016, ada beberapa jenis reksa dana saham yang mampu memberikan hasil diatas 20% setahun. Sehingga, untuk investasi jangka panjang, produk ini masih sangat menarik. Risiko dalam berinvestasi sebaiknya disebar dalam berbagai aset keuangan, misalnya selain memiliki properti, juga tetap memiliki deposito dan reksa dana.

3. Bekerja lagi. Tidak dapat dipungkiri, banyak kasus dimana para pensiunan kekurangan modal saat mulai memasuki masa pensiun. Hal ini bisa diakibatkan oleh kurang tepatnya dalam pemilihan aset untuk kebutuhan pensiun, biasanya hanya mengandalkan tabungan, atau kurangnya penghasilan yang disisihkan setiap bulan. Sehingga, opsi bekerja lagi di masa pensiun harus diambil. Selain bekerja lepas atau sebagai pegawai honorer, opsi yang dapat dipilih adalah memiliki usaha. Ada baiknya, tujuan keuangan memiliki usaha sudah direncanakan sejak masih aktif bekerja. Sehingga, saat masa pensiun kelak, usaha sudah memiliki proses bisnis yang baik dan tinggal dijalankan saja.

4. Tunjangan dan jaminan kesehatan. Pengeluaran kesehatan adalah salah satu pos yang akan banyak terjadi di masa pensiun. Oleh sebab itu, mengumpulkan dana untuk tabungan kesehatan adalah hal yang sangat disarankan sejak saat ini. Selain memiliki dana kesehatan pribadi, ada baiknya Anda juga mengikuti program jaminan kesehatan seperti BPJS Kesehatan. Jika mendapatkan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan pilihan adalah kebutuhan Anda, maka tidak ada salahnya juga untuk mengikuti program asuransi kesehatan.

error: Content is protected !!